Penyakit saraf motorik merupakan gangguan neurologis progresif yang menyerang bagian saraf pengendali gerakan baik otak maupun sumsum tulang belakang. Jika punya kerabat atau keluarga dengan kondisi ini, penting tahu cara mengatasi penyakit saraf motorik agar kualitas hidupnya kembali seperti sedia kala.
Setiap orang yang menderita penyakit ini, akan mengalami kesulitan bicara, kelemahan otot, gangguan menelan, hingga gagal napas.
Pengobatan dan penanganan yang tepat dari Anda dengan bantuan dokter saraf terbaik akan sangat membantunya memperlambat perkembangan dan menyediakan harapan untuk pulih.
Cara Mengatasi Penyakit Saraf Motorik
Walaupun belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkannya secara total, terdapat beberapa pendekatan medis serta rehabilitatif yang terbukti bisa meringankan penyakitnya:
1. Pengobatan Medis
Sejumlah jenis obat bisa membantu memperlambat rusaknya saraf motorik serta meredakan gejala penyakit saraf motorik, seperti:
- Riluzole dan Edaravone adalah dua obat yang telah terbukti memperlambat progresi penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) dan memperpanjang harapan hidup pasien dalam beberapa bulan.
- Untuk kasus spinal muscular atrophy (SMA), digunakan terapi genetik seperti Nusinersen, Onasemnogene abeparvovec, dan Risdiplam yang menargetkan akar permasalahan pada gen penyebab kelemahan otot.
- Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat anti spastik (seperti baclofen), relaksan otot, botulinum toxin, hingga antidepresan untuk membantu mengendalikan kejang otot, kekakuan, dan gejala lain yang menyertai.
2. Terapi dan Rehabilitasi
Kemudian, penanganan penyakit saraf motorik juga bisa dengan pendekatan multidisipliner dengan terapi dan rehabilitasi.
Misalnya, fisioterapi dan terapi okupasi yang tujuannya menjaga kekuatan otot, fleksibilitas, serta kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas hariannya.
Terapi wicara juga penting apalagi jika fungsi bicara serta menelan seorang penderita sudah mulai terganggu.
Selain itu, nutrisi klinis pun perlu dapat perhatian. Ini termasuk diet tinggi kalori serta penggunaan selang makan di tahap lanjut untuk mencegah terjadinya malnutrisi.
3. Perawatan Tambahan
Laman KlikDokter, menyebut jika salah satu cara mengatasi penyakit saraf motorik bisa dengan memberikan ventilator yang merupakan langkah perawatan tambahan.
Tujuan penambahan ventilator yakni mencegah agar penderita tidak mengalami sleep apnea di siang malam hari.
Selain itu, agar pernapasan pasien lebih mudah karena biasanya penderita penyakit saraf motorik, otot di leher, tenggorokan, dan dadanya melemah.
4. Alat Bantu & Perawatan Paliatif
Pasien mungkin memerlukan alat bantu mobilitas seperti kursi roda atau tongkat. Selain itu, perawatan paliatif penting untuk mendampingi pasien secara psikologis dan mengurangi gejala seperti kejang otot, sialorrhea (air liur berlebih), dan nyeri.
Penanganan penyakit saraf motorik, memang butuh pengobatan medis, terapi pendukung, alat bantu, dan dukungan dari orang sekitarnya.
Pengecekan dan intervensi lebih awal oleh dokter saraf terbaik di RS Premier Jakarta, bisa memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidupnya.
+ There are no comments
Add yours